Aksi & Liputan Pidie JayaSJF 2026
Sustainability Journalism Fellowship 2026

Dashboard Aksi & Liputan Pidie Jaya

Panduan kerja lapangan untuk pemetaan kebutuhan, wawancara, dokumentasi, mini training, karya jurnalistik, dan policy brief.

👤 Cut Nauval Dafistri 👥 10–15 peserta 📰 Target 3 karya 💰 RAB Rp10 juta
Fokus kerja

Tiga Tahap Utama

Menghubungkan temuan lapangan dengan aksi yang berguna dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

01

Pemetaan Mandiri

Wawancara 5–10 perempuan penyintas atau pelaku UMKM dengan snowball sampling dan pemetaan kebutuhan spesifik.

02

Aksi Kolaboratif

Sharing session dan mini training tentang keuangan sederhana, promosi digital, serta jejaring UMKM.

03

Tindak Lanjut

Feature, kisah champion, laporan konstruktif, dokumentasi, infografis, dan policy brief.

!
Perlu konfirmasi jadwal final

TOR mencantumkan mini training pada Sabtu, 18 Juli 2026. Timeline presentasi menempatkan mini training pada blok 20 Juli. Tampilan ini memakai 18 Juli sebagai jadwal acara dan tetap menandai perbedaan tersebut agar tidak terlewat.

Empat pertanyaan yang wajib terjawab

Siapa penanggung jawab pemulihan? Mengapa data belum terpilah? Apa hambatan usaha terbesar? Intervensi apa yang dibutuhkan?
Persiapan lapangan

Checklist Interaktif

Buka kategori yang dibutuhkan, lalu centang itemnya. Status tersimpan otomatis di perangkat.

Progres keseluruhan0 dari 24 item selesai
0%
👥NarasumberKonfirmasi orang dan institusi yang akan ditemui
Progres kategori0%
📝Instrumen WawancaraPastikan pertanyaan siap dipakai secara online maupun offline
Progres kategori0%
🎤Mini TrainingLogistik, materi, peserta, dan dokumentasi kegiatan
Progres kategori0%
📸DokumentasiVisual, audio, lokasi, dan sistem cadangan file
Progres kategori0%
Agenda lapangan

Mini Training “Ngobrol Usaha, Bangkit Bersama”

Sharing session yang santai, hangat, dan partisipatif untuk perempuan pelaku UMKM penyintas bencana.

Hari & tanggalSabtu, 18 Juli 2026
Waktu15.00 WIB–selesai
DurasiSekitar 3 jam
LokasiPantai Manohara, Meureudu — tentatif

Tujuan kegiatan

Memahami pengelolaan keuangan usaha sederhana.
Mengenalkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran harian.
Mendorong pemanfaatan media digital untuk promosi.
Menggali kebutuhan riil sebagai bahan rekomendasi kebijakan.
Memperkuat jejaring melalui Rumoh UMKM Pidie Jaya.

Peserta & fasilitator

Peserta: perempuan pelaku UMKM penyintas bencana, perempuan kepala keluarga atau tulang punggung keluarga, serta pelaku usaha mikro yang belum tergabung dalam komunitas.

10–15 pesertaPartisipatifBerbasis pengalaman

Fasilitator

Khairul Mizan, Cut Mutia, dan Cut Nauval Dafistri.

Susunan acara

Registrasi, pembukaan, dan perkenalanPIC: Cut Nauval Dafistri
Cerita usaha perempuan penyintasDipandu Cut Nauval Dafistri
Mengelola keuangan usaha dengan mudahCut Mutia — Konsultan Bisnis PKPS
Digitalisasi dan promosi UMKMCut Nauval Dafistri
Ngobrol bareng Rumoh UMKMKhairul Mizan
Penutup, foto bersama, dan ramah tamahSeluruh peserta
Panduan cepat

Wawancara & Liputan

Gunakan pertanyaan terbuka, gali angka konkret, dan konfirmasi izin perekaman serta penggunaan identitas.

Perempuan penyintas atau pelaku UMKM
  • Cerita sebelum bencana dan dampaknya terhadap usaha.
  • Kondisi saat ini, modal, penghasilan, pengeluaran operasional, dan utang.
  • Sumber pinjaman, pengalaman mengakses KUR, hambatan bank, dan administrasi.
  • Literasi keuangan, literasi digital, pelatihan, serta bantuan yang pernah diterima.
  • Bantuan yang benar-benar dibutuhkan dan harapan kepada pemerintah.
Pemerintah atau dinas
  • Siapa yang bertanggung jawab atas pemulihan ekonomi perempuan?
  • Dinas turun pada fase apa dan program apa yang tersedia?
  • Status program, kendala, mekanisme bantuan, dan target waktu.
  • Mengapa data belum terpilah dan siapa yang mengumpulkannya?
Rumoh UMKM
  • Jumlah anggota dan proporsi perempuan.
  • Kendala utama dan alasan banyak UMKM belum bergabung.
  • Bentuk pendampingan, kebutuhan pelatihan, dan peluang kolaborasi.
  • Status legalitas usaha dan hambatan usaha mikro untuk terdata.
Etika lapangan
  • Jangan memaksa narasumber menceritakan trauma.
  • Bedakan fakta, pengalaman personal, dan opini.
  • Samarkan identitas bila ada risiko atau permintaan narasumber.
  • Konfirmasi ulang angka, nama, jabatan, dan kutipan penting.
Rencana kerja

Timeline Fellowship

Urutan pekerjaan dari riset awal hingga finalisasi dan publikasi.

1–10 Jul
  • Persiapan dan riset
  • Koordinasi dinas
  • Wawancara awal
11–15 Jul
  • Finalisasi instrumen
  • Koordinasi teknis
16–18 Jul
  • Snowball sampling
  • Mapping UMKM
  • Dokumentasi
20 Jul*
  • Mini Training pada timeline presentasi
  • Lihat catatan verifikasi jadwal
21 Jul
  • Liputan champion
22–25 Jul
  • Infografis
26–31 Jul
  • Penulisan karya
1–5 Ags
  • Finalisasi
  • Publishing
Rencana biaya

RAB Fellowship

Estimasi keseluruhan kegiatan sebesar Rp10.000.000.

Transportasi & mobilisasiRp1.500.000Perjalanan PP Banda Aceh–Pidie Jaya dan transportasi lokal untuk snowball sampling.
Akomodasi & logistikRp1.500.000Penginapan selama 6–7 hari peliputan intensif.
Konsumsi responden & pesertaRp1.000.000Makanan atau snack saat wawancara mendalam dan mini training.
Aksi ide keberlanjutanRp1.500.000Pelaksanaan mini training.
Produksi & dokumentasiRp1.500.000Internet, transkrip, dan dokumentasi visual produk UMKM.
Desain grafis & infografisRp1.000.000Visualisasi data dan materi pendukung.
Honorarium penulis & publikasiRp2.000.000Produksi 3–5 karya jurnalistik mendalam dan distribusi multimedia.
TotalRp10.000.000
Hasil akhir

Target Output

Seluruh hasil lapangan perlu dikonsolidasikan menjadi produk yang saling menguatkan.

📝

Feature Penyintas

Perjalanan usaha, dampak bencana, hambatan, dan strategi bertahan.

Kisah “Champion”

Profil perempuan yang berhasil bangkit sebagai contoh ketahanan ekonomi.

📰

Laporan Konstruktif

Temuan lapangan, respons pemangku kepentingan, aksi, dan alternatif solusi.

📌

Policy Brief

Rekomendasi berbasis data untuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

📊

Infografis

Visualisasi hambatan, kebutuhan, aktor, dan jalur intervensi.

📷

Dokumentasi

Foto, video, rekaman, absensi, materi, dan ringkasan kegiatan.

Rekomendasi

Kerangka Policy Brief

Susun rekomendasi secara ringkas, terukur, dan mudah ditindaklanjuti.

Data yang harus terkumpul

Hambatan struktural dan temuan lapangan.
Kebutuhan nyata perempuan pelaku UMKM.
Peran pemerintah dan celah koordinasi.
Peran komunitas dan peluang kolaborasi.
Rekomendasi kebijakan yang spesifik dan realistis.

Struktur singkat

  1. Masalah inti: satu paragraf berbasis bukti.
  2. Temuan utama: data, pola, dan kutipan terverifikasi.
  3. Dampak: konsekuensi bagi usaha dan keluarga.
  4. Opsi intervensi: pemerintah, komunitas, pembiayaan, dan pendampingan.
  5. Rekomendasi: siapa melakukan apa, kapan, dan indikator hasilnya.